(Mencoba) Memahami Maksud Allah

Postingan ke-3 di blog ini masih tentang materi dari matrikulasi Institut Ibu Profesional. Kali ini judulnya adalah “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah”. Dimana kali ini nice homework nya lebih seru dan menantang, yaitu diminta untuk mengirimkan surat cinta kepada suami, dan melihat responnya. Begitu bagi saya, sungguh sangat sulit dilakukan awalnya karena tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Lagipula ini bukan karakter saya. Tapi dengan sedikit pemaksaan akhirnya saya pun melakukannya. Ternyata sungguh luar biasa hasilnya. Suami saya sangat mengapresiasi itu, dan intinya mengatakan kepada saya bahwa beliau juga merasa sangat beruntung memiliki istri seperti saya. Sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini bersama saya. Tak lupa beliau menitipkan juga pesan-pesan yang beliau harapkan kepada saya untuk menjadi istri yang baik dan menjaga martabat keluarga. Semoga kehidupan kami akan terus bahagia sampai waktu berhenti. Terima kasih, suamiku…..

Dalam kehidupan kami saat ini, telah dikaruniai seorang anak laki-laki, berusia 4 tahun. Bagi saya seorang ibu rumah tangga yang full time menyerahkan waktu untuk perkembangan anak saya, maka untuk saat ini ada beberapa hal yang saya amati berpotensi menjadi kekuatan diri anak saya, antara lain :
1. Memiliki kemampuan bahasa/ komunikasi yang sangat baik. Bahkan menurut saya termasuk di atas rata-rata untuk anak seusianya. Kemampuan ini saya harapkan bisa menjadi bekalnya untuk mampu berkomunikasi dengan baik dengan teman-temannya, menjadi anak yang percaya diri, dan berani mengungkapkan pendapat di depan orang lain.
2. Memiliki kemauan keras pada suatu keinginan. Hal ini bisa dipandang positif dan negatif. Negatif mungkin jika dilihat dari skala anak2 yang masih belum bisa diberi pemahaman, sehingga kadang menimbulkan konflik. Tapi saya percaya bahwa potensi kemampuan ini akan menjadi sesuatu yang membanggakan kelak saat saya membimbingnya dengan sabar dan mengarahkan dengan baik.
3. Menyukai aktifitas yang berhubungan dengan musik, seperti menyanyi, dan bermain musik. Untuk itu saya arahkan kegiatannya pada hal-hal yang mendukung hobinya tersebut. Misal mengikuti aktivitas paduan suara, membelikan alat musik, selanjutnya rencananya akan saya ikutkan les musik saat usianya sudah dirasa cukup mampu.
4. Detail. Dalam banyak hal, anak saya menyukai sesuatu yang detail. Hal-hal kecil ternyata diperhatikan. Dia mengamati juga kondisi di sekitarnya, kemudian kadang dia ceritakan kembali kepada kami apa yang telah diamatinya sebelumnya. Dalam hal mainan, dia menyukai lego (mainan bongkar pasang) yang kecil yang membutuhkan ketelitian untuk memasang. Dia juga sangat menyukai kipas angin, diperhatikan detailnya, mesinnya, dan putarannya. Dia bisa menonton video tentang kipas angin dalam banyak jenis, dia ceritakan apa saja jenis kipas angin, dan bagaimana cara memperbaikinya. Kemudian dia akan praktekkan kepada kipas angin yang dia sukai. Akan dia bongkar, melihat mesinnya, dan mencoba memperbaikinya. Hal ini sama juga halnya dengan AC, tetapi jika pada AC tidak bisa dipraktekkan untuk bongkar pasang, hehe…
5. Perfectionist. Menyukai sesuatu yang rapi, bersih, dan sempurna. Dalam banyak hal dia suka memasang dengan benar2 lurus, benar2 rapi. Dia juga tidak suka sesuatu yang kotor sehingga kadang dia ingin membersihkan, misal membersihkan kipas angin, dan mobil.

Melihat suami dan anak saya, tentunya saya kadang juga memilikirkan, apa potensi yang saya miliki, dan apa tujuan Allah untuk menempatkan saya sebagai istri dan ibu dari keluarga ini dengan segena kemampuan saya. Jika menilik diri saya yang (menurut saya) juga memiliki kekuatan komunikasi yang baik, mudah beradaptasi, mempunyai keinginan yang kuat, target dalam suatu hal, suka mimpi yang besar, maka mungkin Allah menginginkan saya untuk menjadi ibu yang hebat, yang bisa membimbing anak saya menjadi seorang yang sangat luar biasa. Begitupun kepada suami saya, yang saya pandang sebagai seseorang yang jauhhh di atas saya memiliki kemampuan luar biasa dalam banyak hal, maka Allah meminta saya untuk menjadi penyeimbangnya, serta pelengkapnya karena banyak juga kekurangan saya dilengkapi oleh suami saya yg memiliki kemampuan kebalikan dari saya.
Membaca semua yang saya tulis tadi, itu semua adalah faktor internal yang saling mempengaruhi dalam kehidupan kami. Lalu bagaimana dengan faktor eksternalnya? Faktor eksternal adalah faktor dari luar, misalnya lingkungan tempat tinggal. Merasakan dan menganalisa lingkungan tempat tinggal kami saat ini, ada beberapa hal yang menjadi tantangan ke depan. Antara lain, bagaimana lingkungan tempat tinggal ini kondusif untuk pendidikan karakter anak. Ada beberapa anak tetangga yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga beberapa hal memberi pengaruh negatif kepada anak saya. Melihat kondisi ini saat ini, jika berusaha menangkap maksud Allah, maka bagi saya Allah ingin menjadikan saya orang yang lebih sabar, orang yang mampu membuktikan kepada lingkungan bahwa pengaruh pendidikan dasar pada anak2 sangat penting. Pengaruh pengasuhan oleh ibu secara langsung memantau perkembangannya sangat signifikan. Allah ingin saya mengajarkan kepada anak2 yang kurang mendapatkan perhatian menjadi anak yang lebih baik.

Akhirnya, sampai kepada pertanyaan besar, apa peran spesifik keluarga kami di muka bumi. Menurut saya, peran kami adalah menjadi manusia yang selalu bersyukur pada Allah, menjalani kehidupan kami dengan hati yang lapang, serta memberikan yang terbaik bagi anak-anak kami. Sesederhana itu saja. Perubahan diawali dari dalam keluarga. In shaa Allah jika keluarga baik, bahagia, maka Allah akan melimpahkan juga keberkahan dan nikmat-Nya.  Kenapa begitu? Karena skenario Allah untuk kami sungguh sempurna. Allah dengan luar biasanya mempertemukan saya dan suami, kemudian mengkaruniai kami anak yang luar biasa. Maka kami merasa telah dipercaya oleh Allah untuk meneruskan hal-hal baik dan memberi anak kami masa depan yang sesuai dengan harapan Allah.
Waahh sepertinya sudah banyak yang saya tuliskan. Semoga point2 di atas bisa menjadi manfaat bagi yang membaca.

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

2 thoughts on “(Mencoba) Memahami Maksud Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: