Manager Keluarga

Postingan saya kali ini sudah menginjak NHW (Nice Home Work) ke-6 dalam komunitas IIP (Institut Ibu Profesional). Dalam materi kali ini, kami diminta untuk belajar menjadi manager keluarga yang handal. Tujuannya adalah untuk mempermudah para bunda untuk menemukan peran hidup dan membantu para bunda untuk mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Namun dalam kenyataannya, ada ha-hal yang kadang mengganggu proses menemukan peran hidup tersebut, disebut sebagai rutinitas. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat para bunda menjadi merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk menemukan proses menemukan diri. Maka kami disini diminta untuk mengikuti tahapan-tahapan untuk memperbaiki arah. Yang pertama adalah :
1. Mengenali 3 aktivitas yang paling penting & 3 aktivitas paling tidak penting.
Aktivitas-aktivitas yang ditulis disini adalah pendapat secara pribadi. Karena penting atau tidak penting adalah relatif, artinya setiap orang bisa atau boleh memiliki sudut pandang yang berbeda. Bagi saya aktivitas rutin yang paling penting :
– Memenuhi segala kebutuhan anak, misal menyiapkan bekal yang bergizi terbaik setiap pagi, melatih rutinitas untuk sholat dan mengaji, dll
– Memenuhi segala kebutuhan suami, misal saat akan berangkat kerja, saat pulang kerja, menyiapkan makan malam yang terbaik, merawat jika sakit, dll
– Memastikan keadaan rumah selalu bersih, rapi, dan kondusif untuk melaksanakan semua aktivitas. (Di rumah kami kebetulan memiliki ART, maka saya menjalankan fungsi saya untuk supervisi, dan melakukan sebagian aktivitas yang tidak perlu dilakukan oleh ART).
Sementara untuk hal yang “dianggap” paling tidak penting, sebenarnya bagi saya tidak ada aktivitas tidak penting yang saya lakukan, hanya saja terkadang porsi waktunya lebih dari yang seharusnya. Misal :
– Mengobrol dengan sahabat-sahabat lama di grup atau di sosmed. Hal ini jika dianggap tidak penting sebenarnya tidak bisa juga, karena saya dan sahabat-sahabat lama memang masih bersilaturrahim dengan sangat baik. Ada beberapa hal yang kadang memang penting untuk dibicarakan. Dan aktivitas ini tidak selalu terjadi setiap hari/ setiap saat di jam yang sama (tidak rutin)
– Membersihkan rumah. Bagi saya saat dulu belum memiliki ART, kegiatan membereskan rumah adalah rutinitas yang menghambat saya untuk melakukan aktivitas lain yang seharusnya bisa meningkatkan peran/ kemampuan saya. Pekerjaan rumah adalah hal paling menyita perhatian, tapi tidak pernah bisa selesai. Untuk itulah saat ini saya dibantu oleh ART dan saya tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu dengan memastikan keadaan rumah kondusif untuk segala aktivitas suami dan anak, serta tetap melakukan sebagian hal yang tidak perlu dilakukan oleh ART. Saya menyadari bahwa saya tetap sebagai penanggung jawab dari rumah.
– Mengobrol dengan tetangga. Sebenarnya hal ini tidak bisa juga dikatakan rutin, dan tidak penting. Biasanya saya mengobrol dengan tetangga itu adalah saat sore, dimana anak-anak membutuhkan aktivitas sosial dengan teman-temannya. Hal itu yang membuat saya relatif lebih sering bertemu dengan tetangga, dan berkomunikasi seputar hal-hal sehari-hari. Hanya saja yang perlu dicermati adalah topik obrolannya, bukan aktivitasnya.
2. Waktu pelaksanaan aktivitas-aktivitas
Jika pertanyaannya adalah waktu anda selama ini habis untuk kegiatan/ aktivitas yang mana maka jawaban saya adalah untuk aktivitas yang saya masukkan dalam kelompok aktivitas penting. Bagaimanapun kegiatan harian/ rutinitas tersebut tetap menjadi prioritas utama.

3. Prioritas Aktivitas
Sesuai arahan dari IIP, maka saya akan menjadikan aktivitas-aktivitas penting tersebut untuk menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup saya. Hal ini konsisten dengan peran hidup yang ingin saya pilih adalah menjadi orang tua dan istri yang terbaik dalam keluarga.

4. Scheduling
Bagi saya, segala aktivitas rutin tersebut sudah memiliki plot-plot waktu yang selalu rutin saya lakukan. Sehingga sudah pasti akan terlaksana sesuai jadwal.

5. Konsisten
Bagi saya, konsisten adalah kuncinya. Dalam melaksanakan sebuah rutinitas, yang paling penting adalah kemampuan untuk konsisten dalam melaksanakan dan memenuhi timelinenya. Jika pun ada agenda-agenda yang tidak terencana, saya pribadi memiliki sebuah ukuran pentingnya aktivitas tersebut sehingga akan dibuat tetap tidak mengganggu aktivitas normal.

6. Daily List
Membuat sebuah daftar pekerjaan harian sebenarnya bukanlah tipikal saya. Bukan karena tidak mampu membuat, tapi bagi saya tidak perlu terlalu kaku dalam menentukan aturan waktu dan aktivitas harian yang perlu dilakukan. 3 agenda paling penting dalam keseharian saya ada yang memiliki waktu yang sama setiap harinya, ada yang berbeda-beda. Maka bagi saya, yang paling penting adalah memenuhi sesuai target waktunya.
Misal : anak saya masuk sekolah pukul 07.30, makan pagi jam 09.00 maka saya bisa memilih untuk menyiapkan bekal anak saya sebelum berangkat ke sekolah (07.30) atau sebelum jam makan pagi (09.00). Ada alasan yang berbeda kenapa saya memilih untuk menyiapkan sebelum jam berangkat ke sekolah atau jam makan pagi, antara lain jika ada jenis makanan yang lebih enak dimakan saat hangat, maka saya akan memilih untuk mengantarkan bekal anak sebelum jam makan pagi. Jika menu makanan tidak perlu sebaiknya hangat, maka saya akan menyiapkan sejak awal sebelum berangkat ke sekolah. Hal tersebut yang saya maksud tidak bisa terlalu kaku dalam menentukan daily list. Yang paling penting adalah memenuhi target waktunya.

Demikian hal yang bisa saya gambarkan dari aktivitas saya sehari-hari untuk belajar menjadi menager yang handal dalam keluarga. Semoga bermanfaat ya, readers….

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

%d bloggers like this: