The Stories That Will Never Die

Banyak sekali diantara kita yang memiliki pengalaman batin dari membaca kisah di buku-buku yang hidup di masa kecil. Mungkin kisah-kisah yang kita baca hanyalah rekaan imajinasi dari penulisnya. Tetapi setelah waktu berjalan 10-20 tahun ke depan, ternyata kisah-kisah yang dulu akrab dengan keseharian, tetap selalu hidup dalam ingatan. Tak jarang pula, bukan hanya kisahnya yang kita ingat. Bahkan nama para tokoh, dan karakternya pun masih bisa kita gambarkan.

Begitupun saya, anak ’90-an. Banyak sekali kisah dari buku-buku yang menginspirasi saya. Masih ingin rasanya saya kembali membacanya satu per satu. Mungkinkah ada diantara teman-teman yang punya pengalaman sama dengan saya? Share yuk buku apa saja yang kalian baca di masa 10 hingga 20 tahun yang lalu. Ada beberapa judul yang pernah saya baca, akan saya tuliskan disini. Mungkin akan membuat teman-teman teringat dimana WOW day adalah saat kita tak bisa berhenti untuk membalik halaman demi halaman sebuah buku yang sedang kita baca saking serunya.

  1. S T O P

Buku ini berisi tentang kisah petualangan detektif cilik STOP (Sporty, Thomas, Oscar, dan Petra). Buku karangan Stefan Wolf asal Jerman ini mungkin tidak terlalu populer di Indonesia. Tapi justru yang tidak populer inilah yang paling saya suka, haha.. Cek dan ricek, ternyata sudah hampir semua karya Stefan Wolf dalam STOP sudah saya baca, hmm..

Kisah dalam buku STOP sangat menarik untuk anak-anak. Terbilang cara “showing”nya cukup ringan untuk dibaca anak-anak, meskipun kasus-kasusnya berhubungan dengan kriminalitas yg sebenarnya cukup berat. Misalnya pencurian, perampokan, penyanderaan, mafia, dan lain sebagainya.

Namun saat ini memang sudah sangat susah untuk mendapatkan kembali serialnya, dan Gramedia pun sudah tidak mencetak ulang karya-karyanya. Tapi mungkin saja masih bisa ditemukan di penjual buku-buku bekas di pelosok kota Anda. Penasaran? Hunting!

  1. Trio Detektif

Kisah petualangan trio detektif yang terdiri dari Jupiter ‘Jupe’ Jones, Peter ‘Pete’ Crenshaw, dan Robert ‘Bob’ Andrews ini hasil tulisan Robert Arthur, Jr pernah sangat membius anak-anak di jamannya. Petualangannya terasa sangat hidup saat dibaca, seolah-olah kita menjadi salah satu anggota dari Trio Detektif itu sendiri. Ceritanya relatif lebih berat dibandingkan STOP, lebih cocok untuk anak-anak yang mulai menginjak usia remaja.

  1. Goosebumps

Goosebumps hadir sebagai salah satu novel horor yang paling populer di Indonesia. Buku karangan R. L. Stine ini sempat juga dibuat filmnya, dan dirilis tahun 2015 silam. Bagi anak-anak yang penasaran dengan cerita-cerita horor yang memberikan bayangan imajinasi yang menarik dan hidup, Goosebumps adalah pilihan yang tepat. Kisahnya mengambil object dan kejadian di sekitar kita, sehingga rasa penasaran serta seram lebih terasa. Satu hal yang menjadi khas dari buku ini adalah, akhir ceritanya selalu menggantung. Menyisakan pertanyaan, dan keluasan imajinasi sendiri untuk meneruskan kisahnya.

  1. Lupus

Lupus menjadi salah satu novel anak-anak dan remaja yang paling laris pada masanya. Lupus adalah buku karya asli penulis Indonesia bernama Hilman Hariwijaya. Lupus menyajikan kisah keseharian tokoh Lupus bersama dengan adiknya, teman-temannya, dan keluarganya. Kisahnya bertumbuh mulai dari Lupus anak-anak hingga Lupus sudah SMA. Disajikan secara sangat kocak oleh Hilman, membuat tak jarang pembacanya tertawa terpingkal-pingkal, termasuk saya.  Rasanya tidak ada anak Indonesia yang tumbuh tanpa membaca kisah-kisah konyol Lupus, dan tidak pernah ketinggalan mengikuti setiap edisi terbarunya.

  1. Pak Janggut (Douwe Dabbert)

Pak Janggut adalah nama terjemahan Indonesia untuk salah satu novel anak-anak yang berasal dari Belanda. Tokoh pak Janggut sebenarnya bernama asli Douwe Dabbert. Dia diciptakan oleh seniman Piet Wijn dan penulis naskah Thom Roep.

Pak Janggut diceritakan sebagai sosok orang tua yang bertubuh pendek dan gendut. Dia memiliki janggut yang panjang berwarna putih  dan lebat Pak Janggut berkelana ke berbagai pelosok dengan selalu membawa buntelan kecil yang diikatkan ke sebatang kayu dan dipanggulnya. Buntelan kecil itu fungsinya seperti kantong Doraemon yang menyediakan berbagai hal yang dibutuhkan oleh pak Janggut. Di dalam petualangannya, Pak Janggut selalu mengalami kisah-kisah yang menakjubkan dan seru.

Di Indonesia, kisah tentang pak Janggut ini menjadi bagian cerita bersambung yang ada di dalam majalah Bobo. Maka anak-anak yang dulu tumbuh bersama Bobo pasti akan tahu tentang kisah Pak Janggut ini.

  1. Buku-buku Enid Bylton

Enid Bylton adalah salah satu penulis buku cerita anak berkebangsaan Inggris yang paling populer di abad ke-20. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia. Karya-karya Enid Bylton yang terkenal dan pernah saya baca antara lain, Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Sapta Siaga, Si Badung, Malory Towers, Lima Serangkai, Empat Serangkai, dan St. Clare. Enid Bylton meninggal di tahun  1968 di usia 71 tahun, tetapi bayangkan, 50 tahun setelah kepergiannya, buku-buku hasil karyanya masih dibaca oleh banyak anak di seluruh dunia. Luar biasa!

Itulah sebagian buku fiksi anak-anak yang turut tumbuh bersama masa kecilku. Sungguh betapa luar biasanya para penulisnya. Saat ini sebagian dari mereka mungkin telah tiada, tetapi karyanya tetap abadi. Mungkin sebagian besar para pembacanya di seluruh dunia tidak mengenal sosoknya, tetapi namanya sangat familiar. Terdengar seolah benar-benar hadir dalam kehidupan kita. Begitupun tokoh-tokoh hasil karangannya, sampai saat ini kita masih bisa mengingat nama, dan karakternya, seolah-olah mereka adalah kawan atau sahabat kecil kita.

Itulah salah satu alasan kenapa kita harus menulis. Karena suatu hari nanti kita pasti akan tiada dari muka bumi ini. Namun jika kita punya karya, nama kita akan tetap abadi, seabadi tokoh di buku-buku hasil karangan kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s