Jejak Nama

Pagi ini, aku masih harus berkutat dengan naskah-naskahku

Lucu juga rasanya, kenapa semua bersamaan waktunya.

Project terakhir ini adalah menulis tentang cerita anak.

Sebuah cerita fiksi sebagai pengantar tidur atau teman imajinasi untuk anak-anak.

Dunia imajinasi yang luas tanpa batas,

Membuatku bisa bercerita sebebas apapun aku suka.

Namun ternyata,

Menulis cerita anak tidak semudah yang aku kira.

Karena aku harus kembali ke masa 25 tahunan yang lalu.

Dimana aku akhirnya tahu,

bahwa buku adalah teman yang bisa membawaku,

Ke tempat-tempat asing yang tak pernah ku tuju.

25 tahunan kemudian baru kutemukan,

betapa 25 tahunan lalu itu mampu menjadi jejak yang tak bisa terhapus dari ingatan.

Anak-anak, periode tersingkat yang paling memberikan makna di sepanjang usianya.

Mungkin sekarang belum bisa kau baca tulisan ibumu, nak..

Tapi suatu hari nanti, kelak..

Akan kau temukan ia di tumpukan rak-rak bacamu..

Meskipun (mungkin saja) ibu tak ada lagi di sampingmu..

Ia akan tetap hidup, dalam namanya di halaman buku..

Atau bisa saja,

Saat itu dunia sudah berganti rupa..

Mengubah wajah tanpa lembar-lembar kertas bersampul tebal..

Dia akan tinggal dalam jejak-jejak digital..

Tak masalah, aksara akan tetap punya tempatnya..

Menulis, bukan hanya sekedar suka atau bisa..

Tapi dia adalah ‘warisan’ bagi banyak generasi selanjutnya..

Karena hanya tulisan yang tak akan menua, dimakan usia..

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: