Aku Guru, Aku Murid

Adakah yang pernah bertanya kepada orang tua, atau kawan-kawan masa sekolah, “Untuk apa sekolah?” Lalu kira-kira apa jawaban mereka? Menjadi pandai, disayang orang tua, atau apa? Mungkin juga ada yang menjawab, “tidak tahu.”

Berbagai masalah pendidikan memang sudah menjadi International Issues. Di Indonesia sendiri, banyak permasalahan dalam pendidikan yang belum berhasil dipecahkan. Di tengah riuhnya politik, ekonomi, dan konflik sosial, di mana posisi pendidikan?

Pertanyaan kedua, adakah yang pernah bertanya pada anak-anak, bagaimana rasanya menjadi murid? Kira-kira jawaban apa yang akan kita dapatkan? Gak enak, bosan, bahagia, atau apa? Sekali lagi, jika Anda mendapatkan jawaban anak yang relatif tidak menyenangkan sebagai murid, mungkin perlu dilakukan evaluasi bersama antara orang tua, guru, dan anak.

Ada beberapa komponen yang dianggap memiliki peran penting akan keberhasilan sebuah pendidikan. Antara lain, tujuan pendidikan, peserta didik, pendidik, metode pendidikan, materi pendidikan, lingkungan pendidikan, serta alat dan fasilitas pendidikan. Namun, pernahkah mencoba untuk menilik diri sendiri, bahwa sesungguhnya setiap manusia diciptakan Tuhan sebagai guru, sekaligus murid.

Istilah long-life-learning ­Education menyiratkan makna bahwa belajar adalah sebuah proses, yang dimulai sejak manusia lahir, hingga meninggal. Setiap orang punya dorongan sejak lahir untuk mengembangkan diri, mendapatkan pendidikan seumur hidup, meningkatkan pengetahuan, serta ketrampilan. Maka, sesungguhnya setiap manusia adalah guru bagi dirinya sendiri.

Setiap manusia adalah guru, sekaligus juga sebagai murid. Ada beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam konsep menjadi murid. Antara lain :

1. Learning to live together, yaitu belajar untuk memahami, mengerti pemikiran, dan cara pandang orang lain, yang sangat mungkin tidak sama. Banyak aspek yang harus dipahami, misal latar belakang, nilai-nilai keyakinan yang dianutnya, dan sebagainya.

2. Learning to know, yaitu belajar untuk meningkatkan kemampuan penguasaan dalam suatu bidang tertentu. Jika seseorang hadir sebagai seorang murid, maka ia bisa menerima transfer ilmu dengan baik.

3. Learning to do, yaitu belajar mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dari learning to know. Dalam learning to do dibutuhkan kemampuan untuk bisa saling bekerja sama, berkolaborasi, belajar memecahkan masalah, dalam berbagai situasi yang dihadapi.

4. Learning to be, yaitu proses belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, dan bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.

Untuk itu, saya sangat mendukung sebuah gerakan yang bernama Semua Murid Semua Guru yang digagas oleh Najeela Shihab, sebagai sebuah gerakan untuk membuat perubahan yang lebih baik di dunia pendidikan anak. Sebagai gaungnya, publik pun bisa mengambil peran dengan menyebarkan dan memberikan informasi edukasi  yang bermakna untuk orang lain di sekitarnya.

Sesuai dengan Pasal 31, ayat 1, Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Tidak hanya hak, tapi pendidikan adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Sehingga semua orang Indonesia wajib ikut terlibat dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Dalam proses itu, maka dimulai dari peran individu. Setiap orang membawa pesan untuk menjadi guru sekaligus murid, bagi diri sendiri, maupun orang lain. Memulainya di lingkungan sendiri, hingga menjadi teladan bagi orang lain. Serta tetap belajar untuk mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan agar mencapai tujuan  long-life-learner.

Aku Guru, Aku Murid. Semoga tak akan ada lagi anak-anak dengan jawaban yang sudah pernah kita dengar, sejak puluhan tahun yang lalu.

Daftar Referensi :

1. http://anggritavita.blogspot.co.id/2013/11/konsep-life-long-learning-eduvation.html?m=1
2. http://izzazhoetd.blogspot.co.id/2011/12/komponen-komponen-pendidikan.html?m=1
3. http://www.alfasingasari.com/2017/01/pasal-31-ayat-1-2-3-4-5-uud-1945.html?m=1
4. https://www.haibunda.com/aktivitas/d-3783715/semua-murid-semua-guru-gerakan-untuk-perubahan-pendidikan
5. https://www.google.co.id/amp/s/m.kumparan.com/kartika-pamujiningtyas/najeela-shihab-semua-murid-semua-guru.amp

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: