Di Balik Gong Xi Fa Chai

Hari ini, sekolah anak saya mengadakan Chinese New Year Celebration sebagai salah satu agenda kegiatan tahunan. Anak-anak di sekolah terlihat begitu antusias untuk menyambut hari ini. Beberapa minggu sebelumnya, kami para orang tua sudah diminta untuk membantu perencanaan kegiatan. Mulai dari mempersiapkan kostum, food sharing menu antar kelas, dimana setiap kelas akan diminta untuk membawa tema makanan yang berbeda, serta anak-anak yang latihan untuk perform untuk gerak dan lagu dalam bahasa mandarin.

Gong Xi

Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Anak-anak, orang tua, dan para guru berkumpul bersama untuk memulai kegiatan. Kegiatan diawali dengan penampilan dari anak-anak kelas 1 dan 2 setingkat Sekolah Dasar. Di sekolah, kami menyebutnya dengan P1 dan P2. Anak-anak P1 dan P2 berkolaborasi untuk menyajikan barongsai, yang kemudian diberi angpao oleh para penonton. Anak-anak bersorak dengan girang.

Gong Xi 1

Pertunjukan selanjutnya adalah performance yang disajikan oleh anak-anak Pre-K atau setingkat Play Group. Mereka membawakan gerak dan lagu dengan sangat lucu. Penonton pun bersorak bahagia. Berikutnya adalah giliran anak K1, K2, hingga P3. K1 dan K2 adalah tingkatan selevel TK A dan TK B. Mereka pun terlihat sangat luar biasa gembira.

Gong Xi 2

Ada yang menarik di benak saya, ketika mereka mengucapkan,

Gong Xi Fa Chai,  Wan Shi Ru Yi, Xin Nian Jin Pu, Shen Ti Jian Kang, Xin Nian Kuai Le”

Yang artinya adalah “Selamat Sejahtera, Semoga sukses, Memiliki kemajuan yang lebih baik untuk tahun baru ini, Memiliki kesehatan yang lebih baik, Selamat Tahun Baru.”

Gong Xi 3

Ternyata banyak di antara kita yang mengira bahwa ucapan Gong Xi Fa Chai yang sudah akrab di telinga masyararakat Indonesia ini diartikan sebagai ucapan ‘Selamat Tahun Baru’ , padahal sebenarnya artinya bukan itu.

Jika ditilik ke dalam sejarah China Kuno, memang asal muasalnya sudah terlalu tua untuk ditelusuri. Namun ada beberapa penjelasan yang coba untuk diberikan. Ada salah satu versi yang mengatakan penggunaan kalimat Gong Xi Fa Chai berawal sebagai ucapan pemberian selamat di antara penduduk China, untuk merayakan berlalunya musim dingin yang luar biasa kerasnya. Pada perkembangan selanjutnya, seiring dengan kemampuan China untuk bertahan dan bisa melalui masa-masa sulit itu, membuat China menambahkan kata Fa Chai yang artinya selamat atau makmur. Hal itu melambangkan adanya harapan dari masyarakat China akan masa depan yang lebih baik, disertai dengan kemakmuran dan kesejahteraan dalam ekonomi.

Ada juga hal menarik dalam versi lain cerita asal muasal Gong Xi Fa Chai ini jika ditilik dari legenda China Kuno.  Legenda pertama mengisahkan bahwa Gong Xi digunakan sebagai ucapan selamat, ketika penduduk China berhasil selamat mengatasi binatang buas Nian yang kerap memangsa mereka. Padahal kata Nian, dalam bahasa China modern berarti ‘tahun’. Nian hidup di dasar laut, memiliki mulut besar sehingga bisa menelan manusia. Nian hanya akan muncul menjelang tahun baru dan mencari korban manusia maupun hewan. Akhirnya muncul seorang tua yang menawarkan bantuan untuk mengusir Nian. Akhirnya Nian berhasil diusir oleh orang tua itu menyalakan petasan dengan suara keras dan membuat Nian ketakutan. Ternyata orang tua itu adalah seorang dewa. Sebelum dewa itu pamit, ia berpesan kepada penduduk untuk memasang dekorasi dengan kertas merah pada pintu maupun jendela setiap akhir tahun. Warna merah adalah warna yang paling ditakuti Nian.

Cerita legenda ini berbeda dengan versi yang dituliskan oleh Wikipedia. Di situ dikisahkan bahwa Nian selalu muncul hari pertama di tahun baru dengan mengambil ternak dan memakan manusia, terutama anak-anak. Untuk melindungi diri, maka semua warga desa menyediakan makanan untuk Nian, berharap agar Nian hanya memangsa makanan itu saja. Suatu hari, Nian diketahui ketakutan setelah melihat ada anak yang memakai baju merah. Akhirnya diambil kesimpulan bahwa Nian takut dengan warna merah. Untuk itu, setiap tahun baru, penduduk akan memasang lampion, dan hiasan-hiasan gulung lainnya di setiap pintu dan jendela, serta menyalakan petasan yang bersuara keras. Di akhir cerita, nasib Nian berakhir di tangan seorang pendeta Tao bernama Hongjun Laozu, dan berubah menjadi gunung.

Lalu bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia menyikapi perayaan tahun baru China yang terlihat sangat semarak di banyak tempat di Indonesia? Satu hal yang sangat penting untuk dipahami, bahwa Indonesia adalah negara yang penuh keragaman. Bukan hanya bahasa dan agama, tetapi juga secara budaya. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia harus saling menghargai dan memiliki rasa toleransi.

Hal kedua yang harus dipahami adalah, perayaan Imlek atau Tahun Baru China bukanlah sebuah ritual keagamaan. Imlek adalah kebudayaan. Sehingga tidak tepat jika dihubungkan antara perayaan Imlek dengan urusan keagamaan seseorang. Maka reaksi yang diberikan harus sudah memiliki pemahaman betul pada kedua hal ini.

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional mulai pada tahun 1999. Indonesia adalah negara yang terkenal dengan reputasi keberagamannya, dengan sebagian penduduk Indonesia adalah dari etnis Tionghoa. Dengan disahkannya Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional maka masyarakat keturunan Tionghoa dimungkinkan untuk berkumpul merayakan pergantian tahun dengan seluruh keluarga besar dengan berbagai tradisi, seperti pemberian amplop merah, serta makan kue keranjang, nastar, dan mie.

Sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang menganggap perbedaan sebagai sebuah hal biasa, tetap selalu saling menghormati, menghargai, menjunjung tinggi kerukunan, persatuan, dan kesatuan demi menjadikan bangsa  Indonesia yang kita cintai, sebagai bangsa yang kuat, dan hebat di mata dunia.

Sumber Referensi :

  1. https://sites.google.com/a/gongxifatchoi.com/gong-xi-fat-choi—imlek-resources/home
  2. http://www.publicholidays.co.id
Advertisements

One thought on “Di Balik Gong Xi Fa Chai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s