Mau Jadi Apa?

Artis dalam Jerat Narkoba.

Aparat Kepolisian baru saja menangkap anak artis Elvi Sukaesih, Dhawiya Zaida, bersama dengan kekasih, dan ketiga kakak iparnya. Salah satunya diketahui tengah hamil 6 bulan.

Sebelumnya, artis Roro Fitria yang juga adalah duta anti narkoba telah ditangkap karena kepemilikan barang haram tersebut.

Duaaaarr!!

Berita itu seakan membelalakkan mata dan membuka telinga seluruh masyarakat Indonesia pada kenyataan pahit generasi muda di negara ini.

Luar biasa! Sebagai seorang duta anti narkoba yang selalu menyuarakan untuk ‘jauhi narkoba karena nyawamu taruhannya’ kini justru ia sendirilah yang menjadi korbannya.

Hal ini mengingatkan kembali pada kisah aktor senior Roy Marten yang juga tertangkap untuk kali kedua setelah melakukan sosialisasi jauhi natkoba. Wow!

Dhawiya Zaida, putri dari artis senior Elvi Sukaesih pun ditangkap dengan kasus yang sama. Masih jelas ingatan beberapa waktu lalu, ketika anak dari musisi Rhoma Irama, Ridho Rhoma ditangkap karena kepemilikan narkoba, Elvi Sukaesih menyatakan keprihatinannya. Beliau mengatakan sudah memberikan ‘wejangan’ pada anak-anaknya untuk sangat berhati-hati pada narkoba. Jangan sampai mendekati, apalagi menggunakan. Bahkan ia pun menyatakan ingin membuat sebuah lagu untuk mengkampanyekan anti narkoba. Hmm ….

Miris! Hal pertama yang sangat ingin saya katakan.

Bosan! Kata kedua yang ingin saya ungkapkan.

Memalukan! Kata ketiga yang ingin saya sampaikan.

Tapi sebagai ‘penonton’ apakah kita memang hanya bisa sebagai pengomentar saja? Jangan-jangan suatu hari nanti, kita sendiri, kerabat, atau kawan kita pun menjadi korbannya? Naudzubillah ….

Melihat semua hal ini, rasanya sungguh pilu. Di sini, di dunia yang saat ini saya lakoni, saya temukan begitu banyak anak muda yang luar biasa hebat. Berjuang untuk semua mimpi-mimpi masa depan. Berjuang untuk harapan yang mereka inginkan.

Namun, apa kabar di sana?

Ada orang-orang yang ingin menghancurkan dirinya sendiri. Orang-orang yang bahkan tidak tahu apa tujuan hidup mereka.

Satu hal yang paling miris adalah kenyataan bahwa seorang ibu hamil enam bulan yang nekat mengabaikan kehidupan seseorang di rahimnya. Calon manusia yang bahkan belum dilahirkan. Itu lebih dari bodoh. Saya lebih suka menyebutnya, tidak punya otak! Andai ada satu kata lagi yang paling buruk, saya ingin mengatakannya saat ini juga. Terkutuk! Mungkin itu lebih tepat kulayangkan padanya.

Sobat, apa yang sedang terjadi pada negara kita?

Apakah ini karena kita juga?

Kita yang tak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar.

Kita yang terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri.

Seperti juga efek menularnya kebaikan, begitu pula keburukan.

Dalam setiap kebaikan yang kita terima, mungkin ada peran orang lain yang membantu kita, tanpa kita sadari. Orang-orang yang pernah kita bantu, orang-orang yang pernah kita bagi sedikit aksi positif kita.

Itu kebaikan, begitu juga keburukan.

Dalam setiap kejadian buruk yang terjadi, musibah yang menimpa, mungkin saja ada peran kita juga, yang tanpa kita sadari, telah membuat akhirnya hal buruk itu terjadi.

Narkoba, kiranya tak terlalu bodoh kita untuk memahami bahwa itu sangat berbahaya. Tetapi mengapa, banyak yang tak bisa menolaknya? Sebegitukah menariknya ia? Begitu menggodakah? Apa yang membuat seseorang bisa mulai tergoda? Namun, saya tak mau bicara itu di sini. Basi! Sudah terlalu banyak yang didengungkan para pakar tentang hal ini.

Yang ingin saya katakan adalah, hidupmu terlalu singkat hanya untuk melakukan hal-hal bodoh. Terlalu indah untuk melakukan hal-hal yang sudah tahu tentang akibatnya. Hidup harusnya diisi dengan hal-hal baik, agar meskipun singkat, ia bermakna.

Sudah sering sekali kita mendengar bahwa hidup hanya sekali. Lakukan apapun yang kau sukai, dan tanggung sendiri. Namun jarang yang bisa memaknai, bahwa hidup yang memang hanya sekali ini, sudah cukup jika memberi manfaat dan kebaikan bagi sesama pencari ridlo ilahi.

Pertanyaannya, di masa depan, kamu mau jadi apa dengan hal-hal yang kau lakukan saat ini?

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

2 thoughts on “Mau Jadi Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: