Perempuan Satu Tahun Lalu (Sebuah Review)

Bagi saya yang sedang belajar tentang cerpen, tentu menarik jika setiap cerpen itu bisa dibedah dan dimaknai pesannya.

Ada hal menarik yang saya sadari beberapa waktu terakhir ini, yaitu bahwa cerpen bukan hanya sebagai media curhat atau pun bercerita kisah fiksi semata. Namun, lebih dari itu. Cerpen sesungguhnya sebuah alat yang sangat tajam untuk menceritakan banyak hal, termasuk fakta. Yang lebih indah lagi, menceritakan fakta dan disembunyikan ke dalam fiksi. Mungkinkah? Sangat mungkin. Nyata, dan banyak contohnya.

Jenis cerpen ini disebut sebagai cerpen sastra media. Kenapa media? Karena jenis cerpen tersebut biasanya ditayangkan di media-media cetak khususnya, sebagai alat untuk memberikan opini, atau perimbangan wacana bagi pembaca. Sedangkan sastra, digunakan sebagai cara untuk menceritakan realitas, tanpa menggurui. Singkatnya, menumbuhkan rasa, mendekatkan kembali manusia kepada kehidupan.

Untuk lebih mendalami dunia cerpen sastra media, maka harus diawali dari kebiasaan membaca cerpen berjenis sama, kemudian menelitinya. Salah satu cerpen yang hari ini saya teliti berjudul Perempuan Satu Tahun Lalu, karya Ongky Arista UA. Cerpen ini dimuat di Media Indonesia, pada 21 Januari 2018 lalu.

Ada lima poin yang saya gunakan untuk mendeskripsikan cerpen ini. Yaitu, paragraf kunci, diksi-diksi yang menarik, penjelasan konten pada salah satu paragraf, pendapat tentang cerpen tersebut, serta amanat yang terkandung di dalamnya.

Inilah hasil deskripsi saya untuk cerpen “Perempuan Satu Tahun Lalu”

Baca cerpennya di sini :

http://m.mediaindonesia.com/read/detail/141636-perempuan-satu-tahun-lalu

1. Paragraf kunci :

Karena ini adalah sudut pandang dari 2 orang, maka ada lebih dari 1 paragraf kunci :

⁃ Ini tentang perempuan yang kukenal satu tahun sebelum kulihat perempuan yang membawa ingatan itu satu tahun lalu. Susah payah kulupakan. Sudah kuletakkan ingatan itu dalam peti lalu kubuang ke sungai mati. Berharap semua ingatan mati bersama arus yang kian jauh, kian mengering, lalu benar-benar mati di suatu muara paling jauh.

⁃ Cintaku untuk kau adalah sama dengan cinta lelaki yang merebut kau dari cintaku. Percintaan kita di malam yang bisu itu sudah kutimbang-timbang sebagai pengesahan cinta kita berdua. Kau mencintaiku sebagaimana aku yang sebaliknya.

2. Diksi2 yang menarik :

⁃ berjalan pelan, seperti malas, seperti manja, seperti bermain-main dengan pasir

⁃ Lupaku menjadi tak benar-benar sempurna selain sempurna menjadi ingatan lama yang datang kembali

⁃ kuletakkan ingatan itu dalam peti lalu kubuang ke sungai mati

⁃ mata rantai perempuanmu

⁃ telinga suamimu lebar dan matanya seperti kelelawar

⁃ benci yang mengendap di bawah berlembar-lembar cinta di bumi ini. Endapan itu akan menuju ke permukaan saat cinta mulai habis dikhianati. Pengkhianatan selalu terjadi di mana pun. Bahkan di tempat dan kondisi yang paling tidak mungkin sekalipun.

⁃ Cintaku untuk kau adalah sama dengan cinta lelaki yang merebut kau dari cintaku.

⁃ Cintamu kepadanya adalah pengkhianatan cinta bagiku. Pelanggaran berat bagi pengesahan itu

⁃ Mengapa mati tak menungguku bercerita terlebih dahulu

⁃ kematian mempertemukan segala makhluk yang sama-sama mati andai saja betul ingin bertemu dengan salah satunya

⁃ Tak harus menikahiku agar kau benar-benar menikmatiku melebihi menikahiku. Bukankah itu kenikmatan bagi setiap lelaki?

⁃ ada pengadilan yang paling adil tanpa kita ikut campur suap-menyuap di dalamnya

⁃ jika tak selesai cerita ini, anggaplah sudah selesai bersama aj…(al).

3. Penjelasan tentang paragraf ini :

Cintaku untuk kau adalah sama dengan cinta lelaki yang merebut kau dari cintaku. Percintaan kita di malam yang bisu itu sudah kutimbang-timbang sebagai pengesahan cinta kita berdua. Kau mencintaiku sebagaimana aku yang sebaliknya.

Kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut merupakan ungkapan perasaan seorang laki-laki yg sangat mencintai seorang perempuan. Tapi wanita itu saat ini (memilih) bersama laki-laki lain. Laki-laki ini yakin sebenarnya si perempuan sangat mencintai dirinya sebesar cintanya pada perempuan itu.

4. Pendapat tentang cerpen ini :

Cerpen ini sangat kerenn! Baguuss! Saya harus berulang kali membacanya untuk menemukan pesannya. Rasa yang dimasukkan ke dalam naskah sangat terasa. Perasaan kecewa, marah, dendam, sakit hati, benci, dan sedih bercampur dalam hubungan antar tokoh. Cerpen ini membuat pembacanya berpikir. Sangat salut pada Kak Ongky, bisa membuat alur yang kelak kelok. Andai ini film mudah sekali dicerna, tetapi karena tulisan, butuh konsentrasi lebih utk memahami. Hebaaatt!

5. Amanat dalam cerpen ini :

Menurut saya, cerpen ini menceritakan perasaan 2 tokoh. Sebenarnya ada 4 tokoh yang digambarkan, yaitu : 2 laki-laki, dan 2 perempuan. Di cerpen ini, menceritakan hubungan 4 orang tokoh tersebut, tapi dikemas dalam percakapan 2 tokoh. Hebaaaatt!

Inti dari ceritanya adalah seorang pria yang sangat mencintai perempuan. Namun perempuan itu memilih bersama (menikah) dengan pria lain. Kemudian pria itu, mencari pelarian dengan perempuan lain, yg mencintainya. Namun, ternyata sang pria masih tetap tidak bisa melupakan si perempuan sebelumnya. Sang pria dendam pada perempuan yg dicintainya tapi mengkhianatinya. Sementara si perempuan yg saat ini bersamanya, dendam pada si pria yg ternyata masih mencintai wanita lain di masa lalunya.

Secara singkat, Sebuah dendam dari perasaan dikhianati. Padahal mereka yg sakit dikhianati, juga melakukan pengkhianatan.

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: