Desa Para Pembajak Sawah

Desa. Kampung. Tertinggal. Miskin. Petani. Nelayan. Itulah profil desaku. Tinggal di lokasi yang tak banyak bisa menuntut ini dan itu, rupanya sekarang menjadi sebuah cerita seru.

Desa. Ya, selama 15 tahun aku menghabiskan waktuku di sana. Tempat yang tak ada macam-macam seperti di kota. Jangan berharap apa-apa. Justru sebenarnya aku berhutang banyak padanya.

Desaku. Tempat para pembajak sawah berangkat pagi pulang petang. Saking cintanya pada kesederhanaan, sampai sekarang sawah pun masih digarap dengan tadah hujan. Bagaimana tidak banyak gagal? Ketika musim panen padi tak lagi menjanjikan perbaikan nasib kehidupan, maka harapan pun beralih ke jenis tanaman lain. Singkong, kacang, atau pun labu kuning. Bersuka cita panennya, tapi setelah itu bingung mau dijual ke mana. Ya, inilah desaku. Desa para pembajak sawah.

Kadang aku bingung. Desaku tak pernah bisa maju. Tersepuh oleh arus zaman, yang secara mental belum siap kami terima. Satu sisi, banyak anak mudanya bergaya bak artis ibukota. Anak-anak SMA pakai rok di atas lutut dengan bangga. Warung kopi pun tak pernah jeda dari sepi. Namun apa hasilnya. Desaku tetap tidak maju.

Aku kadang berpikir, kenapa para pembajak sawah ini harus jadi penghuni kasta terbawah? Bukankah negeri ini isinya tanah serta sawah? Entahlah … kaum yang senantiasa bodoh atau dibodohkan? Dibodohkan atau memang tidak dipintarkan? Desaku tak pernah maju. Sejak dulu hampir selalu begitu.

Benarkah tidak bisa maju?

Jika begitu, harusnya aku pulang untuk membangun desaku.

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: