Menggengam Dunia

Pelan tapi pasti, Radhita punya sebuah mimpi. Sekolah di luar negeri. Wow, bukan?

Kini, setelah lebih dari dua tahun ia berusaha untuk mendapatkan beasiswa, nyatanya kisah itu tak semulus yang ia rencanakan.

Orang bilang, sekolah di luar negeri itu keren. Bisa jadi orang sukses jika nanti pulang ke kampung halaman. Pun Radhita, ingin juga melakukan hal yang seperti harapan banyak orang.

Radhita, seorang anak pembajak tegalan sawah, mimpi jadi sarjana. Haha … ini mimpi di siang buta. Begitu bagi semua warga kampungnya. Seolah nasibnya nanti, sudah ditentukan sekarang.

Ya. Tak mudah memang. Dunia masa kini sudah sedemikian cepatnya berevolusi. Seolah-olah benar menggilas, menginjak, dan melemparkannya ke lubang bernama kegagalan, jika tak mampu mengikuti.

Radhita, anak kampung Batik Apung. Kampung para perajin batik, meski Ayahnya bukan bagian dari dunia perbatikan, tapi Radhita yakin kelak ia mampu membawa kampungnya jadi kampung yang terkenal.

Perjuangan Radhita belum usai. Kini dia masih harus menjalani serangkaian tes seleksi untuk bisa melangkap ke langkah pertamanya. Ya, langkah pertama selalu saja sulit. Sangat sulit. Butuh sebuah tekad baja, tanpa keraguan dan ketakutan yang menarik kembali ke belakang.

Ya, Radhita datang dengan setumpuk mimpi. Ia tuangkan ke dalam setumpuk kertas di dalam dekapan. Risetnya tentang : Matinya Kunang-Kunang Dalam Pendar, semoga mampu membuatnya diterima sebagai mahasiswa sastra di Paris, Perancis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s