Awal Sebuah Rasa

“Ka, ayo segera..diparut itu kelapanya. Bapak belum makan, udah siang ini..”  Begitulah seruan ibuku yang hampir setiap hari kudengar. Seruan untuk membantunya memasak menu makan siang keluarga kami. Memarut kelapa, meskipun terlihat sederhana, tetapi prakteknya sungguh tidaklah mudah. Hampir selalu tanganku berdarah-darah karena terkena parutnya. Setelah itu, perih berhari-hari harus kutanggung rasanya. Aku yang tadinyaContinue reading “Awal Sebuah Rasa”