Read Aloud Week

Sekitar dua pekan yang lalu, di sekolah anak, sedang berlangsung Read Aloud Week. Read Aloud adalah sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku. Berbeda dengan aktivitas mendongeng yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa.

Untuk mendukung aktivitas Read Aloud, yang diartikan sebagai ‘Membaca dengan lantang’, maka sudah pasti satu hal yang paling dibutuhkan adalah buku. Dikarenakan, read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang, maka buku pun menjadi ciri khasnya. Berbeda dengan mendongeng yang tidak perlu menghadirkan buku, karena yang terpenting adalah cara bercerita yang menarik dan menghibur.

Namun ternyata, tidak mudah juga bagi para orang tua untuk mempersiapkan hal ini. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk persiapan Read Aloud. Antara lain :

  1. Pilih buku yang akan menarik perhatian

Banyak sekali buku-buku yang sering orang tua bacakan untuk anak. Namun untuk aktivitas Read Aloud, sebaiknya dipilih buku yang sesuai dengan usia anak, topik, kosakata, panjang cerita, pesan yang bermakna, dan ilustrasi yang membuat anak-anak lebih mudah tertarik. Para orang tua bisa memilih jenis buku yang sesuai bersama anak. Berikan pemahaman dan motivasi bahwa membaca adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

IMG_9954

  1. Lihat gambarnya, dan buatlah prediksi

Sebelum anda membaca keseluruhan isi buku, alangkah baiknya jika Anda melihat gambar-gambar dalam buku itu terlebih dahulu, tunjukkan pada anak, lalu meminta anak untuk menebak gambaran umum ceritanya. Saat membaca, anda harus menyampaikan informasi pada anak jika ada hal baru, perubahan, atau berbedaan dari prediksi cerita awal si anak.

IMG_9953

  1. Mulai membaca dengan judul, pengarang, dan ilustrator (jika tercantum) di cover buku

Jangan langsung menuju ke halaman pertama, dan mulai membaca. Tunjukkan pada anak-anak covernya, dan bacalah judulnya. Lakukan dengan perlahan dan jelas. Setelah itu, ceritakan singkat tentang pengarang atau ilustratornya, juga tentang gambaran umum buku yang akan dibaca.

IMG_0570

  1. Bacalah dengan ekspresif

Ini bukan saatnya untuk mengkhawatirkan ‘terlihat jelek atau bodoh’. Anak-anak menyukai suara yang lucu, dramatis, atau apapun yang digambarkan dalam alur cerita. Membaca dengan ekspresif tidak hanya membuat cerita terasa hidup dan nyata, tetapi juga mampu menyentuh perasaan mereka tentang pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Bisa juga menyertakan efek drama, misal tertawa, menangis, menjerit, berteriak, dan lain sebagainya untuk menggambarkan emosi dalam diri sang tokoh. Kadang, suara dan ekspresi saat membacakan, membuat anak-anak mampu mengingat dan lebih mudah memahami makna.

  1. Buatlah koneksi atau hubungan

Setelah membaca cerita, buatlah hubungan antara anak-anak, cerita yang disampaikan, dan kehidupan nyata. Misalnya, membuat sebuah diskusi tentang pesan apa yang ingin disampaikan buku tersebut. Apakah ada yang pernah mengalaminya? Jika mengalami, bagaimana rasanya? Jika ada teman yang mengalami masalah serupa, apakah kawan yang lain sudah membantu? Jika belum pernah mengalami, sangat bagus didiskusikan bersama tentang makna pesan dari buku, dan diarahkan untuk menjadi bekal solusi jika suatu saat mengalami hal yang sama.

Itulah 5 hal yang perlu dipahami, dan bisa dilakukan orang tua sebelum membacakan buku dengan Read Aloud. Aktivitas Read Aloud sebenarnya sangat sederhana, hanya sekitar 30 menit setiap kali membaca. Namun, habit kecintaan pada buku dan membaca yang dipupuk selama (hanya) 30 menit dalam sekian tahun, akan membantu membangun pondasi dan minat yang kuat terhadap buku dan membaca di masa depannya.

Salam Literasi!

Advertisements