Jiwa Dalam Kata (part 1)

JIWA DALAM KATA (Materi KOUF)

Oleh : Yuniar Ardhistikarini (Squad 10)

 2 Februari 2018

Selamat malam, teman-teman Squad 10 yang saya banggakan. Kali ini saya berkesempatan untuk mengisi KOUF Squad terlebih dulu. Materi saya bertemakan Showing, Telling. Atau ataukah Dan? Dengan judul  : Jiwa Dalam Kata.

IMG_7973

Sebelum membahas materi ini lebih jauh, mari kita tanyakan dulu kepada diri sendiri :

IMG_7974

Apakah diantara teman-teman sudah ada yang tahu dengan yakin, apa alasan Anda menulis? Alasan ini bukan hanya alasan, tetapi justru yang akan menentukan langkah kita selanjutnya. Maka, kita wajib menemukan apa alasan yang melandasi keinginan kita untuk menulis saat ini. Lalu bagaimana jika belum menemukan? Ya, temukan dulu! Hanya dengan itu Anda bisa memahami keinginan Anda yang sebenarnya.

Mari kita lihat, apakah salah satu alasan Anda menulis ada di sini ?

IMG_7977

Apakah ada salah satu alasan anda menulis di sini? Jika tidak, mungkin bisa anda sebutkan? Jika ada, good! Anda mulai tahu apa yang harus Anda lakukan setelah ini. Lalu, bagaimana jika semua alasan Anda adalah yang tertulis di situ? It’s OK, bagus! Apapun alasan Anda, jadikan dia seperti ini :

IMG_7978

Cintai alasan Anda, dan jadikan dia MOTIVASI!

Setiap alasan yang Anda tulis, adalah keinginan Anda, harapan Anda, dan mimpi Anda. Maka, sungguh sangat luar biasa manfaatnya jika segala alasan itu bisa Anda ramu menjadi sebuah motivasi. Ayo, jika begitu, mari kita rumuskan motivasi kita agar lebih terarah.

IMG_7980

Setelah anda dapatkan alasan Anda, lalu menjadikannya motivasi, sekarang mari rumuskan, apakah motivasi yang anda miliki untuk menulis adalah untuk diri sendiri, atau untuk orang lain? Untuk diri sendiri, misal menyembuhkan luka, mengontrol emosi lebih baik, membuat diri sendiri lebih produktif. Sedangkan motivasi untuk orang lain, misalnya ingin sharing pengalaman, ingin bermanfaat untuk orang lain, dan lain sebagainya. Lalu apakah boleh motivasi itu ditujukan untuk keduanya? Orang lain dan diri sendiri. Boleh! Good Job.

IMG_7981

Sekarang Anda telah memiliki sebuah motivasi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, maupun keduanya. Pertanyaan selanjutnya, untuk apa kita butuh memiliki motivasi bagi diri sendiri dan orang lain? Apa yang akan kita capai dari motivasi itu. Ada yang bisa menjawab?

Baik, begini…

Motivasi adalah sebuah dorongan dari dalam diri setiap orang untuk bisa melakukan hal-hal di luar dirinya, agar bisa mencapai sebuah tujuan. Dalam proses penyaluran dorongan dari dalam diri, hingga kepada tujuan, tentu ada PESAN yang dibawa. Pesan itulah yang membawa diri sendiri untuk tetap fokus dan selalu in line dengan tujuan.

Dalam dunia tulis menulis, pesan tersebut dibawa oleh KATA. Kekuatan seorang penulis bukanlah dari ototnya, atau mulutnya, tapi melalui setiap kata yang ia tuliskan. Kekuatan kata menjadi senjata dan ujung tombak sebuah keputusan dari hasil pemikiran sang penulis. Untuk itulah, setiap kata harus bermakna.

IMG_7982

Mari kita berikan soul (jiwa) kepada setiap kata yang kita tuliskan, sehingga mampu membuat tulisan kita, HIDUP!

Tapi…..kenapa KATA? Bukan kalimat…? Bukankah kata bisa saja tidak akan menjadi bermakna jika tidak disusun secara ‘apik’ menjadi kalimat?

Bagi saya, pernyataan tersebut tidak salah, hanya saja saya mengambil unsur mendasar dari sebuah kalimat adalah KATA. Itulah mengapa ada kalimat yang hanya membutuhkan sedikit saja kalimat, tetapi jika disusun sangat efektif, bisa memberikan pengaruh yang luar biasa. Itulah juga mengapa ada istilah diksi, yang artinya adalah pilihan kata. Bukan pilihan kalimat. Jadi menurut saya, kekuatan yang paling mendasar ada pada KATA. Bayangkan jika kita mampu memberikan ‘ruh’ pada setiap KATA yang kita tuliskan, kita pilih kata yang powerfull, maka akan mampu tercipta sebuah kalimat yang luar biasa. Sebagai penulis, itulah kekuatan kita.

(bersambung)

Advertisements