Sudah Sukseskah Aku?

​Saat kita memiliki seorang bayi yang baru lahir, rasanya setiap kali memandangnya, batin kita mengucap bagitu banyak doa dan harapan. Begitu juga saat kita mendengar sahabat atau kerabat kita melahirkan,  pasti kita segera memberikan ucapan selamat diiringi dengan doa. Salah satu doa yang kita ucapkan adalah “semoga menjadi orang sukses di masa depan”, kadang ditambah pula dengan “dunia dan akhirat”. Sungguh sebuah doa agung dan harapan yang besar agar kita menjadi manusia hebat yang diharapkan semua orang.

Namun, ternyata definisi dari kata ‘sukses’ itu sangatlah luas. Saking luasnya sehingga doa dan ucapan selamat cukup menggunakan kata sukses saja, karena jika dituliskan dengan rinci, maka satu buku, selama satu hari satu malam tidak akan cukup untuk mendefinisikan nya. Lalu bagaimana jika saya perempuan, wanita, menikah, dan ibu rumah tangga? Apakah indikator sukses dan profesionalitasnya? Ada 3 peran yang akan dijalani wanita semasa hidupnya, yaitu peran individu, peran istri, dan peran ibu. Bagaimana definisi sukses & profesional nya?

Berikut ini indikator-indikator sebagai parameter untuk mengukur profesionalitas dari ketiga peran saya :

  • Indikator sebagai Individu :
  1. Mampu menempuh jenjang pendidikan setinggi2nya, minimum sarjana (S1)
  2. Mampu bekerja di perusahaan ternama nasional/ internasional, dan berhasil dalam jenjang karir setinggi-tingginya.
  3. Mampu menjadikan hasil dari bekerja sebagai aset
  4. Membahagiakan orang tua dengan semua pencapaian tsb.
  5. Memberikan sebagian hasil bekerja untuk orang tua sebagai lambang kebanggaan dan ucapan terima kasih atas jasanya menjadikan saya sampai seperti ini.
  6. Menikah dengan pria yg baik dan hidup bahagia.
  7. Membahagiakan keluarga (suami dan anak) dg segala kemampuan yg dimiliki.
  8. Memberikan semua bekal ilmu kepada anak2, agar anak2 kelak menjadi lebih baik dr orang tuanya.

  • Indikator sebagai Istri :
  1. Menjaga harkat dan martabat keluarga dengan menjaga diri terutama saat suami tidak ada di rumah, serta tidak melakukan hal2 yg dilarang agama.
  2. Menyediakan semua kebutuhan suami dengan yang  terbaik dan ikhlas. Misalnya kebutuhan makan, serta saat sedang akan bepergian.
  3. Menggunakan uang/ hasil kerja suami yang diamanatkan pada istri secara bijaksana dan cermat.
  4. Memberikan pelayanan pada suami dengan baik, misal menemani makan, menonton tv, menjaga penampilan saat menyambut suami pulang, dll.
  5. Mampu menjadi pelengkap suami. Misal, saat suami harus lembur, sehingga pulang tengah malam, maka istri harus memahami kondisi tersebut dg tidak marah2 saat suami pulang. Atau saat perasaan suami sedang galau, maka istri harus bisa menjadi sahabat baik yg bisa mendengarkan dan menenangkan.
  6. Menjaga anak2 dengan baik sehingga suami pun akan merasa tenang saat anak2nya dalam kondisi yang baik. Misal, anak2 tetap sehat, tetap ceria, bermain bahagia, makan dg gizi terbaik, dll.
  7. Menjaga hubungan baik dengan orang tua dan mertua agar kehidupan dg suami tetap bahagia. Caranya, dg memahami kewajiban anak terhadap orang tuanya.
  • Indikator sebagai Ibu :
  1. Mengasuh anak dengan sepenuhnya kasih sayang
  2. Mendidik anak dg bekal pendidikan yang dimiliki sebelum menikah dan pengalaman pendidikan dr orang tua sebelumnya.
  3. Memenuhi kebutuhan gizinya dg pilihan yang terbaik, khususnya pada masa Golden Age. Misalnya, meminimalkan anak mendapat asupan dr luar karena mungkin ada kandungan msg-nya, memasakkan sendiri makanan anak2, membawakan bekal makanan sehat setiap hari ke sekolah, membawakan bekal anak meskipun sedang bepergian, dll
  4. Memberikan bekal mental yang baik sehingga anak menjadi anak yg berani, percaya diri, mampu beradaptasi dg lingkungan sosial, dll.
  5. Menemani dan mengawasi anak2 saat bermain di luar rumah. Karena anak2 khususnya balita masih belum tahu benar dan salah sehingga perlu pengawasan lebih. Selain itu juga utk menghindari kejadian yg tidak dikehendaki.
  6. Bersama dg guru, terlibat aktif dan mendukung segala kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh sekolah.
  7. Menjadikan agar anak2 kuat dalam karakter, sehingga mampu menemukan keinginan kuatnya (passion) dalam menjalani kehidupan yg sukses di masa depan.
  8. Menjadikan anak2 memahami dan cinta kepada agamanya, dekat dg Allah, dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup.

Demikian sebagian dari indikator profesional yang saya pahami dan ingin terus lakukan dalam menjalani peran saya sebagai individu, istri, dan ibu. Banyakkkk sekali hal lain yang belum saya cantumkan diatas, karena pada prinsipnya, apapun perannya, lakukanlah dengan hati. Agar hasilnya pun bisa diterima dengan hati, dan berbuah manis dari hati. Bagaimana dengan Anda?

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: