Sempit?

“Oaalahhh… Itu ternyata temenmu, toh…? Iyaa, dia sekarang bosku, lho! Baik banget, yah!”

Pernah mendengar atau mengalaminya? Atau kadang ada juga percakapan yang begini,

“Kok kayaknya kenal sama istrimu ya?”

“Iya, teman sekolahmu, Ana.”

“Astagaa…si Ana? sempit bangeet sih ya dunia ini..! Hmm..banyakin sabar deh ya, haha..”

Banyak juga diantara kita yang merasa pernah mengalami hal yang sama, termasuk saya.

Pertanyaannya, apakah benar memang dunia ini sempit?

Padahal bumi terbentang dari timur ke barat, utara ke selatan, tanpa ujung.

Tapi kadang aku juga bertanya, mengapa ada orang yang bisa bertemu di tengah milyaran manusia yang terhampar di bumi ini?

Itu baru satu kota, baru satu negara, bagaimana jika pertemuan itu menembus sekat-sekat geografis dan batas wilayah?

Ada manusia yang hidup di timur, bertemu manusia yang hidup di barat, lantas bertemu di tengah.

Ada manusia yang tak pernah ke utara, bertemu manusia selatan yang ke utara, dan lain sebagainya.

Lalu apakah dunia in benar seperti yang dikatakan, sempit?

Tidak! Dunia ini sungguh sangatlah luas.

Lalu, apakah itu semua hanya kebetulan saja? Tidak! Di dunia ini tidak ada yang kebetulan, sobat…

Bahkan, setiap helai daun yang jatuh pun itu, terjadi atas ijin Tuhan. Berarti, Dia mengetahui kan?

Lantas, kenapa itu bisa terjadi?

Pasti ada maksudnya, pasti ada maknanya.

Saya yakin, bahwa setiap manusia punya ikatan yang saling terhubung. Ada frekuensi-frekuensi sama yang bisa membuat mengatur terjadinya ruang pertemuan.

Apa itu? Entahlah.. Aku pun tak bisa menyimpulkannya dengan pasti, karena itu adalah rahasia Tuhan.

Tapi saya yakin, Tuhan membuat sebuah pertemuan pasti ada tujuannya.

Sekarang pertanyaannya adalah, ingin bertemu dengan orang seperti apa kita?

Tentu semesta bukanlah dalam kendali kita, yang bisa kita lakukan adalah membuat kendali untuk diri sendiri, kita butuh menyamakan ‘frekuensi’.

Bagaimana caranya?

Sederhana.

Lihat ke dalam diri, apakah kita sudah menjadi pribadi sebaik yang kita inginkan?

Kita ingin mendapatkan suami atau istri yang baik, apakah kita sudah memperbaiki diri?

Kita ingin mendapatkan kawan dan sahabat yang baik, apakah kita sudah menjadi sahabat dan kawan yang baik?

Itu pertanyaan yang harus kita tanyakan dulu pada diri sendiri.

Tapi… Kenapa ada orang baik yang bertemu dengan orang kurang baik?

Tuhan pasti juga punya maksud dan rencana.

Salah satunya  mungkin, orang baik didatangkan untuk memberi pemahaman pada yang kurang baik.

Mungkin juga untuk melatih kesabaran pada orang baik, dan lain sebagainya.

Pada intinya adalah, Tuhan pasti punya maksud dan tujuan.

Jika belum engkau kita temukan, maka temukanlah…

Jika sudah, maknailah…

Rencana Tuhan selalu baik bagi semua, tapi memang…

Kadang hanyalah waktu yang bisa membuat kita memahaminya…

 

 

Published by ardhist

Mari bertemu di Instagram @ruangtitikkoma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: